Expressions of OPS 1: Obligation Sentence
Kalimat Perintah-keharusan/ Kewajiban
Kompetensi Dasar
3.1 Menerapkan
fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional
lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait
keharusan, larangan, dan himbauan, sesuai dengan konteks penggunaannya
(Perhatikan unsur kebahasaan must, should)
4.1 Menyusun teks
interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan
tindakan memberi dan meminta informasi terkait keharusan, larangan, dan
himbauan, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur
kebahasaan yang benar dan sesuai konteks
Tujuan Pembelajaran
Diberi uraian penjelasan/ teori dan beberapa contoh Expression of Obligation melalui Blogger dan Google form, pada akhir pembelajaran diharapkan siswa dapat:
1. Mengidentifikasi
kalimat Obligation berikut fungsi, struktur teks dan unsur kebahasaannya (Pertemuan 1)
2. Mengidentifikasi
kalimat Prohibition berikut fungsi, struktur teks dan unsur
kebahasaannya (Pertemuan 2)
3. Mengidentifikasi
kalimat
Suggestion berikut fungsi, struktur teks dan unsur kebahasaannya (Pertemuan 3)
4. Membandingkan fungsi sosial Expressions
of Obligation, Prohibition & Suggestion dalam kalimat (Pertemuan 4)
|
Mulailah
segala sesuatunya dengan berdoa, termasuk kegiatan belajar ini. Dengan
berdoa, semoga Allah Sang Pemilik ilmu, memberi petunjuk dan kemudahan bagi
kita, dan bermanfaat bagi diri
dan orang lain |
Pada
kesempatan ini (belajar Expression of OPS), kita akan mempelajari tiga macam kalimat, yaitu:
a)
kalimat perintah-keharusan/ kewajiban (obligation sentence)
b)
kalimat larangan (prohibition sentence), dan
c)
kalimat himbauan/ saran (suggestion sentence)
Pada pertemuan 1 ini yang dibahas adalah yang a) kalimat perintah-keharusan (obligation sentence) dulu.
Namun sebelumnya akan dikenalkan terlebih dulu kalimat afirmatif (affirmative sentence) atau kalimat positif, bentuk kalimat dasar sebelum belajar 3 kalimat tersebut.
Satu hal lagi, di buku LKSmu juga ada informasi tentang materi ini plus latihan soalnya
di Chapter (Bab) 3 hal. 22 – 28. Untuk latihan soalnya anda harus scan QR code-nya di hal. 25. Silakan pelajari.
Kalian disarankan juga belajar dari Google atau aplikasi lain yang bisa menambah wawasanmu tentang ciri-ciri kalimat perintah-keharusan, kalimat larangan dan kalimat himbauan.
Sebelum materi pertama (kalimat perintah-keharusan (obligation sentence) diberikan, terlebih dulu kalian dikenalkan dengan kalimat affirmatif/ kalimat positif. Kenapa? Kalimat affirmatif/ kalimat positif merupakan kalimat dasar.
Bagaimana, sudah siap?
Contoh kalimat affirmative (affirmative sentence)
1.
We buy some books at the bookstore
(kita membeli beberapa buku di toko buku)
2.
Mother cooks fried rice in the kitchen
(Ibu menanak nasi goreng di dapur)
3.
Mr. John parks his car overthere (Pak John
memarkir mobilnya disana)
Kalimat afirmatif disebut juga kalimat
positif. Cirinya tidak ada ‘not’ di dalam kalimat tersebut, atau tidak ada tanda tanya (?) di akhir kalimatnya. Berdasarkan warnanya, kalimat tersebut terbagi
menjadi tiga bagian. Warna paling kiri adalah subjek/ pelakunya. Warna tengah
(hijau) adalah predikat/ verb (kata kerja).
Paling kanan adalah objek/ pelengkap.
A.
Contoh kalimat perintah-keharusan
(obligation sentence)
1.
We must buy some books at the bookstore 1. We have to buy some
books at the bookstore
2.
Mother must cook
fried rice in the kitchen. 2. Mother has to cooks fried rice in the kitchen.
3.
Mr. John must park
his car overthere. 3.
Mr. John has to parks his car overthere.
Untuk merubah dari
kalimat afirmatif ke kalimat perintah-keharusan digunakan kata ‘must’ (harus) atau ‘have to’/ ‘has to’
(harus). Letak must adalah setelah
subjek. Sedangkan akhiran –s pada kata cooks dan parks DIHILANGKAN karena ketambahan
‘must’ atau ‘have to’/ ‘has to’.
Dalam bentuk video, kalian bisa mendalaminya dari video pembelajaran berikut ini:
Bagaimana, mudah kan? Sekarang, kerjakan latihan soal berikut.