Tuesday, August 24, 2021

BTQ 8 : ADAB ORANG YANG MENDENGAR BACAAN AL QURAN

Adab Mendengarkan Bacaan Al Qur’an
Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Al Qur’an adalah Firman Allah swt yang diturunkan kepada khatamul anbiya’, maka sudah seharusnya kita sebagai umat Nabi Muhammad mempunyai tata krama atau adab dalam mendengarkan bacaan Al Qur’an. 
Perlu diingat sebelumnya,bahwa seorang mukmin sejati adalah orang yang mempunyai ciri-ciri sebagaimana yang ditunjukkan dalam Al Qur’an sebagai berikut:
  1. Menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna. (Q.S. 23, Al-Mu’minun:3).
  2. Apabila disebut ayat-ayat Allah, maka bertambah iman karenanya. (Q.S. 8, Al-Anfal:2).
  3. Mendengarkan bacaan Al Qur’an dengan penuh khidmat. (Q.S. 7, Al-A’raf:204).
  4. Mencucurkan air mata karena kagum akan kebenaran isi kandungan Al Qur’an, serta takut tidak dapat melaksanakan. (Q.S. 5, Al-Maidah:83).
  5. Jika Al Qur’an dibaca orang, ia menjadi meniarap sujud dan menangis. (Q.S. 17, Al-Isra’:108 dan Q.S. 19, Maryam: 58).
  6. Mengikuti bacaan yang telah dibaca oleh orang yang mampu membaca Al Qur’an. (Q.S. 75, Al-Qiyamah: 17-18).
  7. Memperhatikan apa yang telah dibaca dari Al Qur’an dengan cara merenung, memahami, menghayati, dan mengamalkannya. (Q.S. 23, Al-Mu’minun:69)
Dari beberapa nukilan ayat-ayat diatas, maka keharusan pendengar Al Qur’an adalah memperhatikan bacaan orang lain dengan cara sebagai berikut:
  1. Mengikuti dan memperhatikan bacaan seseorang agar ia mendapat rahmat dari Allah swt.
  2. Menegur pembaca yang keliru dan memberi tahu sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
  3. Jangan sekali-kali mengganggu orang yang sedang membaca Al Qur’an karena hal itu (membaca Al Qur’an ) adalah perbuatan mulia. Terlebih tidak mengizinkan untuk membaca Al Qur’an ditempat tertentu bagi seseorang yang mempunyai wewenang.
  4. Bila perlu memberikan fasilitas lengkap untuk keperluan pembudayaan membaca Al Qur’an. Dengan demikian akan muncul prinsip ataupun semboyan “MengQur’ankan masyarakat dan memasyarakatkan Al Qur’an atau membudayakan Al Qur’an”. Sehingga nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an benar-benar menjadi perilaku masyarakat sebagaimana Nabi Muhammad Saw. perilakunya adalah Al Qur’an. (H.R. Aisyah).
Jika bacaan Al Qur’an dialunkan dengan merdu, tenang, tertib, dan baik, lagi pula isinya bertepatan dengan kondisi yang ada, maka bacaan Al Qur’an itu akan mudah mempengaruhi seseorang. Setidaknya orang sedih dapat menjadi senang, orang bingung dapat mencari jalan keluar, dan orang yang keras dapat menjadi lunak.
Konon, sewaktu Umar Bin Khaththab belum masuk Islam, beliau sangat memusuhi Nabi Saw. dan umat Islam. Bahkan tidak segan-segan menyiksa dan menghina orang Islam. Suatu saat hatinya yang keras dapat diluluhkan oleh adiknya: Fatimah. Pada malam hari Umar akan menyiksa adiknya yang masuk Islam, namun niat buruknya terhenti karena Umar mendengar bacaan Al Qur’an adiknya, tepatnya ketika membaca surah Thaahaa. Sehingga dengan pengaruh bacaan adiknya tersebut, Umar langsung menemui Nabi saw. untuk masuk Islam dan belajar isi kandungan Al Qur’an.


SBD 7 : Ulangan Harian 1 ( Mengenal Ragam Hias )

HIMPUNAN BAG 2

Pengertian Himpunan

Himpunan didefinisikan sebagai kumpulan dari objek tertentu yang memiliki definisi yang jelas dan dianggap sebagai satu kesatuan.
Coba perhatikan contoh berikut ini. 

  • Himpunan hewan berkaki dua
  • Himpunan bilangan asli 
  • Himpunan lukisan yang bagus
  • Himpunan orang yang pintar

Bisakah kalian membedakan yang merupakan himpunan dan yang bukan himpunan?

Himpunan: Pengertian, Cara Menyatakan, Jenis, Operasi, dan Contoh Soal 25

Yup contoh 1 dan 2 merupakan himpunan, sedangkan contoh 3 dan 4 bukan himpunan.

Buat yang masih bingung, begini alasannya….
Pada contoh 1 hewan berkaki dua, kita akan memiliki pendapat yang sama tentang hewan-hewan apa saja yang berkaki dua, misalnya ayam, bebek, dan burung. Semua setuju kan kalau hewan-hewan tersebut berkaki dua? Pasti setuju kan. Nah, hewan berkaki dua memiliki definisi yang jelas sehingga merupakan suatu himpunan. Untuk contoh 2 bilangan asli juga memiliki definisi yang jelas sehingga merupakan suatu himpunan.
Pada contoh 2 lukisan yang bagus dan contoh 4 orang yang pintar, keduanya tidak memiliki definisi yang jelas. Kata bagus dan pintar memiliki definisi yang berbeda untuk setiap orang, misalnya aku menganggap lukisan A bagus tapi kamu belum tentu mengganggap lukisan A bagus juga kan? Oleh karena itu, lukisan yang bagus dan orang yang pintar bukan suatu himpunan.

Nah, sekarang udah tau kan perbedaan himpunan dan bukan himpunan. Sekarang kita lanjut dengan mempelajari bagaimana cara menyatakan suatu himpunan.

Cara Menyatakan Himpunan

Secara umum, himpunan disimbolkan dengan huruf kapital dan jika anggota himpunan tersebut berupa huruf maka anggotanya dituliskan dengan huruf kecil. Terdapat beberapa cara penulisan himpunan, yaitu

  • Dengan kata-kata

yaitu dengan menyebutkan semua syarat ataupun sifat dari anggota himpunan tersebut di dalam kurung kurawal.
Contoh: A merupakan bilangan prima antara 10 dan 40
Ditulis menjadi A = {bilangan asli antara 10 dan 40}

  • Dengan notasi pembentuk himpunan

yaitu dengan menyebutkan semua sifat dari anggota himpunan tersebut, dengan anggotanya dinyatakan dalam suatu variabel dan dituliskan di dalam kurung kurawal.
Contoh: A merupakan bilangan prima antara 10 dan 40
Ditulis menjadi A= {x |10 < x < 40, x ϵ bilangan prima}

  • Dengan mendaftarkan anggota-anggotanya

yaitu dengan menuliskan semua anggota dari himpunan tersebut di dalam kurung kurawal dan tiap anggotanya dibatasi dengan tanda koma.
Contoh: A merupakan bilangan prima antara 10 dan 40
Ditulis menjadi A={11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 33, 37}

Himpunan Semesta 

Himpunan Semesta didefinisikan sebagai himpunan yang memuat semua anggota ataupun objek himpunan yang dibicarakan. Himpunan semesta disimbolkan dengan S.
Sebagai contoh, misalkan A = { 3, 5, 7, 9} maka kita bisa menuliskan himpunan semesta yang mungkin adalah S = {bilangan ganjil} atau S = {bilangan asli} atau S = {Bilangan Cacah} atau S = {bilangan real}. Tetapi kita tidak menuliskannya sebagai S = {bilangan prima} karena ada angka 9 yang bukan termasuk bilangan prima.

Himpunan Kosong

Himpunan kosong didefinisikan sebagai himpunan yang tidak memiliki anggota. Himpunan kosong disimbolkan dengan Ø atau { }.
Sebagai contoh, misalkan B adalah himpunan bilangan ganjil yang habis dibagi dua. Karena tidak ada bilangan ganjil yang habis dibagi dua, maka A tidak memiliki anggota sehingga merupakan himpunan kosong. Ditulis menjadi B = { } atau B = Ø.

Himpunan Bagian

Himpunan A merupakan himpunan bagian B, jika setiap anggota A juga anggota B dan dinotasikan A  B atau B  A.
Contoh soal:
P = {1, 2, 3}
Q = {1, 2, 3, 4, 5}
Maka P  Q atau Q  P

Jika ada anggota A yang bukan anggota B, maka A bukan himpunan bagian dari B dan dinotasikan dengan A  B.
Contoh Soal:
Q = {1, 2, 3, 4, 5}
R = {4, 5, 6}
Maka R  Q