Nilai Keseluruhan dan Nilai Per-Unit
Nilai per unit adalah harga satuan dari suatu barang. Nilai perunit dapat kita hitung dengan rumus:

Nilai keseluruhan adalah harga dari seluruh barang. Nilai keseluruhan dan Nilai Sebagian dapat kita hitung dengan rumus:
| Nilai keseluruhan = Banyaknya unit × Nilai perunit Nilai Sebagian = Banyak sebagian unit × Nilai perunit |
Contoh soal:
Budi membeli satu lusin pensil. Ia membayar dengan 3 lembar uang sepuluh ribuan dan mendapat uang kembalian sebesar Rp3.000,00.
a) tentukan harga pembelian seluruhnya;
b) tentukan harga pembelian tiap pensil;
c) jika Budi hanya membeli 8 buah pensil, berapakah ia harus membayar?
Penyelesaian:
a) Misalkan harga pembelian = HB, maka
HB = 3 x Rp 10.000,00 – Rp 3.000,00
HB = Rp 30.000,00 – Rp 3.000,00
HB = Rp27.000,00
Jadi, harga pembelian seluruhnya adalah Rp27.000,00.
b) Harga untuk satu pensil
= Rp 27.000,00./12
= Rp 2.250,00
Jadi, harga tiap pensil itu adalah Rp 2.250,00.
c) Harga untuk 8 pensil
= 8 x Rp 2.250,00
= Rp 18.000,00
Jadi, harga untuk 8 pensil adalah Rp 18.000,00.
Harga Penjualan, Laba, dan Rugi
Dalam dunia jual beli, tentunya yang namanya laba (untung) dan rugi adalah sebuah hal yang sangat wajar. Laba dan rugi ini bergantung pada harga pembelian dan penjualan. Lalu, bagaimanakan seorang penjual mengerti apakah dagangannya mengalami laba atau rugi?
Jadi, suatu perdagangan menghasilkan laba jika harga penjualan lebih dari harga pembelian. Jadi bisa dirumuskan bahwa:
Dan, suatu perdagangan mengalami kerugian jika harga penjualan kurang dari harga pembelian. Jadi bisa dirumuskan bahwa:
| Laba = Harga jual – Harga beliRugi = Harga beli – Harga jual |
Contoh soal:
Steven membeli tas sekolah dengan harga Rp75.000,00. Ia memperbaiki tas nya yang berlubang ke penjahit itu dengan biaya Rp15.000,00. Kemudian tasnya dijual lagi dengan harga Rp100.000,00. Berapakah laba yang diperoleh Steven?
Jawab:
Harga pembelian pada soal di atas meliputi harga awal tas dan ongkos perbaikan
= Rp75.000,00 + Rp15.000,00
= Rp90.000,00
Harga penjualan = Rp100.000,00
Laba = penjualan – pembelian
Laba = Rp100.000,00 – Rp90.000,00 = Rp10.000,00
Jadi, Steven memperoleh laba Rp10.000,00.
Persentase Aritmatika Sosial
Persentase Laba dan Rugi
Untuk mengetahui performa dari penjualan, biasanya para pedagang akan menghitung persentase laba dan juga rugi.
Untuk rumus persentase laba dan rugi yaitu:
| Persentase laba atau rugi = (laba atau rugi)/(harga pembelian ) x 100% |
Contoh soal:
Terdapat seorang pedagang jagung yang membeli 1 ton jagung seharga Rp 9.150.000. Kemudian jagung tersebut akan dijual kembali dengan harga Rp 9.500 per kg.
Untuk menjual jagung itu, si pedagang tersebut harus menyediakan plastik sebagai pembungkus dengan harga Rp 67.000.
Tentukanlah berapa laba dan rugi penjual jagung tersebut?
Jawab:
Harga beli jagung per kg = Harga beli jagung + Plastik pembungkus
= Rp 9.150.000 + Rp 67.000
= Rp 9.217.000/ton
= Rp 9.217/kg
Harga jual per kg = Rp 9.500/kg
Harga jual lebih tinggi daripada harga beli, sehingga pedagang jagung tersebut mengalami laba atau untung.
Laba = Rp 9.500 – Rp 9.217
= Rp 283/kg = Rp 283.000/ton
Persentase laba = Rp 283/ Rp 9.217 x 100%
= 3.07%
