Saturday, August 7, 2021

BAB 2 ARITMETIKA 1

 

Nilai Keseluruhan dan Nilai Per-Unit

Nilai per unit adalah harga satuan dari suatu barang. Nilai perunit dapat kita hitung dengan rumus:

Matematika SMP Aritmatika Sosial 2

Nilai keseluruhan adalah harga dari seluruh barang. Nilai keseluruhan dan Nilai Sebagian dapat kita hitung dengan rumus:

Nilai keseluruhan = Banyaknya unit × Nilai perunit
Nilai Sebagian = Banyak sebagian unit × Nilai perunit

Contoh soal:

Budi membeli satu lusin pensil. Ia membayar dengan 3 lembar uang sepuluh ribuan dan mendapat uang kembalian sebesar Rp3.000,00.

a) tentukan harga pembelian seluruhnya;

b) tentukan harga pembelian tiap pensil;

c) jika Budi hanya membeli 8 buah pensil, berapakah ia harus membayar?

Penyelesaian:

a) Misalkan harga pembelian = HB, maka

HB = 3 x Rp 10.000,00 – Rp 3.000,00

HB = Rp 30.000,00 – Rp 3.000,00

HB = Rp27.000,00

Jadi, harga pembelian seluruhnya adalah Rp27.000,00.

b) Harga untuk satu pensil

= Rp 27.000,00./12

= Rp 2.250,00

Jadi, harga tiap pensil itu adalah Rp 2.250,00.

c) Harga untuk 8 pensil

= 8 x Rp 2.250,00

= Rp 18.000,00

Jadi, harga untuk 8 pensil adalah Rp 18.000,00.

Harga Penjualan, Laba, dan Rugi

Dalam dunia jual beli, tentunya yang namanya laba (untung) dan rugi adalah sebuah hal yang sangat wajar. Laba dan rugi ini bergantung pada harga pembelian dan penjualan. Lalu, bagaimanakan seorang penjual mengerti apakah dagangannya mengalami laba atau rugi?

Jadi, suatu perdagangan menghasilkan laba jika harga penjualan lebih dari harga pembelian. Jadi bisa dirumuskan bahwa:

 

 

Dan, suatu perdagangan mengalami kerugian jika harga penjualan kurang dari harga pembelian. Jadi bisa dirumuskan bahwa:

Laba = Harga jual – Harga beliRugi = Harga beli – Harga jual

Contoh soal:

Steven membeli tas sekolah dengan harga Rp75.000,00. Ia memperbaiki tas nya yang berlubang ke penjahit itu dengan biaya Rp15.000,00. Kemudian tasnya dijual lagi dengan harga Rp100.000,00. Berapakah laba yang diperoleh Steven?

Jawab:

Harga pembelian pada soal di atas meliputi harga awal tas dan ongkos perbaikan

= Rp75.000,00 + Rp15.000,00

= Rp90.000,00

 

Harga penjualan = Rp100.000,00

Laba = penjualan – pembelian

Laba = Rp100.000,00 – Rp90.000,00 = Rp10.000,00

Jadi, Steven memperoleh laba Rp10.000,00.

Persentase Aritmatika Sosial

Persentase Laba dan Rugi

Untuk mengetahui performa dari penjualan, biasanya para pedagang akan menghitung persentase laba dan juga rugi.

Untuk rumus persentase laba dan rugi yaitu:

Persentase laba atau rugi = (laba atau rugi)/(harga pembelian ) x 100%

Contoh soal:

Terdapat seorang pedagang jagung yang membeli 1 ton jagung seharga Rp 9.150.000. Kemudian jagung tersebut akan dijual kembali dengan harga Rp 9.500 per kg.

Untuk menjual jagung itu, si pedagang tersebut harus menyediakan plastik sebagai pembungkus dengan harga Rp 67.000.

Tentukanlah berapa laba dan rugi penjual jagung tersebut?

Jawab:

Harga beli jagung per kg  = Harga beli jagung + Plastik pembungkus

=  Rp 9.150.000 + Rp 67.000

=  Rp 9.217.000/ton

=  Rp 9.217/kg

Harga jual per kg  =  Rp 9.500/kg

Harga jual lebih tinggi daripada harga beli, sehingga pedagang jagung tersebut mengalami laba atau untung.

Laba = Rp 9.500 – Rp 9.217

= Rp 283/kg = Rp 283.000/ton

Persentase laba    = Rp 283/ Rp 9.217 x 100%

= 3.07%


materi bola basket kls 9


 

MTK 9: Peramaan dan Fungsi Kuadrat

materi kerajinan bahan keras kls 9


 

PKN 7 BAB 1 : PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA

 Seluruh negara-negara di dunia ini pasti memiliki suatu landasan atau dasar yang kita kenal dengan ideologi. Karena ideologi merupakan dasar atau ide atau cita-cita negara tersebut untuk semakin berkembang dan maju. Presiden dalam memimpin bangsa, dia tidak bisa mengandalkan visi dan misinya sendiri untuk mencapai cita-cita bangsa. Oeh karena itu, suatu negara harus memiliki suatu dasar atau landasan yang dapat dijadikan sebagai patokan.

Setiap negara tentu memiliki ideologi. Ideologi yang diusung suatu negara berbeda-beda. Indonesia memilih Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pancasila dipilih sebagai ideologi bangsa Indonesia karena nilai-nilainya berasal dari kepribadian asli bangsa Indonesia sendiri. Nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia, misalnya gotong royong, sopan santun, bersatu dalam keberagaman, dan sebagainya. Berbagai pihak dan para ahli sepakat apabila ideologi Pancasila merupakan kumpulan gagasan yang disepakati bersama, dan merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Hasil kesepakatan yang menyatakan Pancasila sebagai ideologi negara ini yang harus dipertahankan dan dipraktikkan dalam kehidupan bernegara yang berbeda-beda suku bangsa ini.

Ideologi negara merupakan ideologi mayoritas warga negara tentang nilai-nilai dasar negara yang ingin diwujudkan melalui kehidupan negara itu. Pancasila adalah ideologi negara, yaitu gagasan fundamental mengenai bagaimana hidup bernegara. Sebagai ideologi bangsa Indonesia, Pancasila sebagai ikatan budaya (cultural bond) yang berkembang secara alami dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bukan secara paksaan.

Pancasila sebagai ideologi negara artinya seluruh warga negara Indonesia menjadikan pancasila sebagai dasar sistem kenegaraan. Nilai-nilai yang ada pada setiap butir Pancasila harus dijadikan sebagai pedoman dasar dalam melangsungkan kehidupan bernegara. Selain itu, Pancasila sebagai ideologi negara juga bermakna menjadikan Pancasila sebagai cita-cita atau visi. Hal ini tentunya berlaku untuk pemerintah dan seluruh warga negara.

Pancasila memiliki nilai-nilai tertentu sehingga dijadikan ideologi. Nilai Pancasila sebagai ideologi adalah sebagai berikut.

1.     Nilai Dasar

Nilai dasar artinya sila-sila Pancasila bersifat universal sehingga didalamnya terkandung cita-cita, tujuan serta nilai-nilai yang baik dan benar. Sebuah nilai yang mendasar yang relatif tetap dan tidak berubah dan ini terdapat dalam isi kelima sila dalam Pancasila.

2.     Nilai Instrumental

Nilai instrumental artinya Pancasila dapat dijabarkan lebih lanjut secara kreatif dan dinamis sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan catatan, nilai-nilai penjabarannya tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar Pancasila.

3.     Nilai Praktis

Nilai praktis artinya Pancasila dapat diterapkan secara riil dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perwujudannya, nilai praktis bersifat abstrak, misalnya saling menghormati, bekerjasama, dan kerukunan antar sesama

Peran Pancasila sebagai ideologi negara memberi bimbingan kepada masyarakat Indonesia dalam menentukan sikap dan tingkah laku. Nilai-nilai yang terkandung dalam kelima asas Pancasila dijadikan patokan aturan oleh bangsa ini dalam berbuat di kehidupan bermasyarakat serta bernegara.

Kedudukan nilai-nilai yang terkandung dalam kelima asas Pancasila adalah sebagai aturan tentang moral. Oleh karena itu, pelaksanaannya juga harus berdasarkan pada keyakinan dan kesadaran penggunanya. Apabila aturan Pancasila sebagai ideologi negara dilanggar, maka hukumannya adalah berupa sanksi moral dan sosial. Ada baiknya mereka merasa malu dengan segala sikap dan tingkah lakunya yang melanggar norma Pancasila.

BIN 7 BAB III: Teks Prosedur

PAI 9: BAB 2 JUJUR DAN MENEPATI JANJI (pertemuan 1)


BIN 8 BAB III: Teks Eksposisi Dalam Media Massa

materi bola basket kls 8